
SMADEL – Minggu, 11 Mei 2025. SMA Wahid Hasyim kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Agropreneur yang dilaksanakan selama tiga bulan oleh siswa kelas XI. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Profil Pelajar Pancasila serta pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Tahun ini, PKL Agropreneur mengusung dua bidang utama, yakni pertanian dan peternakan, yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat sekitar.
Dalam bidang pertanian, siswa terlibat langsung dalam proses budidaya buah dan sayuran, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Sementara dalam bidang peternakan, siswa belajar beternak ayam petelur, bebek, membuat pakan ternak, serta menjaga kebersihan lahan. Dengan pendampingan guru pembimbing lapangan dan mentor dari luar sekolah, para siswa tidak hanya mempelajari teknis produksi, tetapi juga dibekali keterampilan menghitung modal usaha, merancang kemasan produk, serta memasarkan dan menjual hasil produksinya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam upaya mendorong regenerasi pet ani dan meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Melalui pendekatan berbasis praktik dan kewirausahaan, siswa diajak melihat bahwa pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga peluang ekonomi yang menjanjikan. Kepala SMA Wahid Hasyim, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada para mentor yang telah membimbing siswa-siswa kami dengan baik. Saat ini kita menghadapi ancaman krisis pangan yang nyata. Jangan sampai generasi kita kekurangan pangan akibat dampak krisis global seperti peperangan,” ujar Kepala Sekolah.
Sebagai puncak kegiatan, digelar Expo Agropreneur SMA Wahid Hasyim 2025 yang menampilkan berbagai produk hasil karya siswa. Acara ini berlangsung meriah dengan kehadiran warga sekolah, para mentor, dan masyarakat sekitar yang antusias menyambut produk-produk lokal berkualitas.
Ketua LPPNU Kab. Lamongan, Benu Nuharto, sebagai mitra dalam program ini, juga menyampaikan pandangannya dalam acara pembukaan bazar.
“Saat ini profesi petani sering kali dihindari. Namun melalui program ini, kami melihat semangat baru dalam dunia pendidikan. Ini adalah inovasi yang memiliki nilai jual. Di lapangan, siswa benar-benar didampingi dan melakukan kegiatan yang sudah ditargetkan oleh sekolah,” ungkapnya.
PKL Agropreneur tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kerja sama tim, dan daya inovasi siswa. Sejumlah produk bahkan mendapat pesanan lanjutan dari pengunjung bazar, menandakan bahwa hasil karya siswa mampu bersaing di pasaran. Dengan semangat Agropreneur, SMA Wahid Hasyim terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga terampil, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat serta lingkungan.
