Info Sekolah
Selasa, 22 Nov 2022
  • SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2022"

Juspiana, Pemenang lomba Cipta Puisi Gelagar Sasmita

Baru-baru ini seorang siswi SMA Wahid Hasyim Model mendapatkan juara I puisi dalam ajang perlombaan Cipta Puisi Gelagar Sasmita tingkat SMP dan SMA. Perlombaan ini diadakan oleh BEM UNISBA dengan tema “Meningkatkan Cakrawala Budaya dalam Gerakan Literasi yang Kreatif dan Inovatif. Juspiana yang akrab dipanggil Juspi ini adalah siswa Adem Repatriasi kelas satu yang berasal dari Sabah Malaysia. Meskipun baru beberapa minggu bergabung di sekolah ini, ia tidak ragu mencari informasi seputar perlombaan yang ingin diikuti dan memberanikan diri untuk berpartisipasi. Juspiana adalah siswa yang sangat aktif dalam berbagai lomba. Ia memiliki semangat tinggi untuk berkarya dibidang sastra, khususnya puisi. Sebelumnya ia telah memenangkan beberapa perlombaan pusi yang diadakan oleh sekolah.

Juspiana menulis sebuah puisi yang berjudul “Kutu Buku di Lingkaran Waktu”. Puisi ini merupakan pengalaman pribadi Juspiana sebagai anak yang sangat cinta membaca buku. Cerita dalam puisi ini pun tidak terlepas dari kenangan masa kecilnya. Ia mengingat kembali bagaimana kehidupan masa kecilnya yang tidak pernah terlepas dari buku, kemanapun ia pergi selalu membawa buku dan kaca mata bacanya. Kenangan inilah yang menjadi inspirasi oleh Juspiana.

Berikut adalah puisi yang menjadi Juara I lomba “Cipta Puisi Gelagar Sasmita”

 

KUTU BUKU DI LINGKAR WAKTU

Oleh Juspiana

Aku di panggil anak bermata empat

Menatap garis kecil dengan dekat

Aku, pena dan buku menjadi sahabat

Ruangan sunyi menjadi tempat kmai menghayati ayat-ayat

Awal tahun berganti, Serayu menyebarkan lembaran buana

Ku buka layar ku baca berita pendemi berkeliaran dimana-mana

Separuh orang mengurung nyawa sambil gelabah

Aksa ku suar menatap setiap halaman pustaka

Jaremba ku mencari-cari saran dari sebuah tulisan

Setiap kali aku memegang buku sambil dengan lagu

Aku di panggil Si anak cupu yang kutu buku

Padahal aku baca aku jadi tahu!

Jutaan asrar jalan kehidupan yang tidak utuh

Tanpa huruf kita buta

Tanpa bunyi kita tuli

Tanpa pengetahuan kita bisu

Tanpa literasi, Dunia akan menjadi alam kosong tidak terasuh!

Saat pakaian putih sedang mencari kesembuhan untuk pakaian biru

Diam-diam, kutu buku ikut mengulurkan tangan

Giat Berpikir kritis untuk menguasai karya tulis

Sebagai bentuk pejuangan meski tidak tersiarkan

Demi dan untuk menopang bumi dikala ia sedang bersedih