Info Sekolah
Minggu, 29 Mar 2026
  • Modern Religius Kompetitif | Sekolah Model Berkarakter Penuh Prestasi

PEMBUKAAN (PKL) AGROPRENEUR 2026 SMA WAHID HASYIM MODEL KARANGGENENG

Diterbitkan : - Kategori : Umum

Karanggeneng, Sabtu, 31 Januari 2026 — SMA Wahid Hasyim Model Karanggeneng secara resmi membuka kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) Agropreneur tahun ajaran 2025/2026 pada Sabtu pagi tadi di Aula SMA Wahas Model. Kegiatan  ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Dr. H. AH Zakki Fuad, M.Ag., Ketua LP4S Lamongan, Benu Nuharto, S.Pd, perwakilan Kepala UPT Dinas Pertanian Wilayah Karanggeneng, Ibu Yulis Setyowati, S.TP, para mentor/pemilik lahan dari berbagai sektor pertanian, guru pendamping lapangan (GPL), serta siswa kelas XI yang mengikuti program ini.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SMA Wahid Hasyim Model, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari Kepala Sekolah, Ketua LP4S Lamongan, dan perwakilan Dinas Pertanian. Momen penting berikutnya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak sekolah dan Lembaga Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (LP4S) sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan PKL Agropreneur.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan PKL Agropreneur, dilaksanakan pula seremonial pecah kendi yang menjadi penanda resmi dibukanya program pembelajaran lapangan ini dihadapan seluruh peserta dan tamu undangan.

Program PKL Agropreneur yang dilaksanakan oleh SMA Wahid Hasyim Model merupakan program tahunan yang pada tahun ini memasuki tahun ke-5 pelaksanaan. Selama tiga bulan ke depan, siswa akan belajar secara langsung di 22 lahan pertanian mitra dengan ragam praktik budidaya seperti lele, bawang merah, kentang hitam, cabe, melon, durian, terong, ayam pedaging, domba, jambal, mangga, dan lainnya yang tersebar di beberapa Desa dan Kecamatan yaitu Karanggeneng, Laren, serta Dukun dan Lowayu di Kabupaten Gresik.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik bahwa bertani bukanlah pekerjaan sempit dan monoton, melainkan bisa menjadi peluang usaha yang menarik dan modern dengan dukungan teknologi dan inovasi. Di akhir program, siswa juga akan mengikuti Expo PKL Agropreneur, di mana mereka akan memamerkan dan memasarkan produk olahan hasil praktik mereka selama di lapangan, misalnya olahan dari melon seperti es buah, puding, sabun melon, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Ibu Yulis Setyowati, S.TP mewakili UPT Dinas Pertanian Wilayah Karanggeneng mengingatkan para peserta agar tidak lagi memandang pertanian sebagai sesuatu yang sempit. Ia menekankan bahwa pertanian saat ini sudah maju dan beragam, serta membuka peluang luas bagi generasi muda untuk menjadi pengusaha pertanian yang sukses.

Senada dengan itu, Ketua LP4S Lamongan, Benu Nuharto, S.Pd menyampaikan bahwa “petani itu bisa naik level menjadi pengusaha, anak muda kini banyak yang terjun ke dunia pertanian.”

Program PKL Agropreneur ini dinilai sangat relevan dan mendukung program ketahanan pangan nasional, terutama karena wilayah Lamongan dikenal sebagai salah satu kabupaten agraris yang menjadi lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur dengan produksi padi dan komoditas pertanian lainnya yang tinggi serta luas lahan pertanian produktif yang terus mendukung ketahanan pangan di tingkat nasional.

Dengan berakhirnya acara pembukaan, seluruh peserta siap menjalankan praktik selama tiga bulan penuh dengan semangat belajar, bekerja, dan berinovasi di dunia pertanian yang sesungguhnya.