Info Sekolah
Jumat, 24 Mei 2024
  • Modern Religius Kompetitif | Sekolah Model Berkarakter Penuh Prestasi

SMA Wahid Hasyim Model Meraih Juara Deklamasi Puisi Bertema Hukum se-Jawa Timur

Diterbitkan : - Kategori : Berita Sekolah

SMADEL–Difa, begitulah sapaan akrab siswa kelas XI SMA Wahid Hasyim Model yang berhasil membawa nama harum sekolah dengan meraih juara 3 lomba Deklamasi Puisi se-Provinsi Jawa Timur. Lomba deklamasi puisi ber-tema hukum ini digelar oleh Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah Institute Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Kabupaten Lamongan  yang menjadi  salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis IAI Tabah ke 29. Adapun lomba puisi bertema hukum yang digelar oleh IAI Tabah ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi masayarakat. Dengan menghadirkan penyair yang berbakat, deklamasi puisi hukum diharapkan dapat menjadi ajang yang menarik dan memberikan inspirasi khususnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan hukum. Selain itu, Deklamasi puisi hukum dapat memperkuat budaya hukum dalam masyarakat melalui kreativitas dan seni para pelajar berbakat.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh generasi muda untuk memberikan kritik terhadap hukum, salah satunya adalah melalui sastra. Puisi yang dibawakan oleh  Difa adalah tentang Keadilan Hukum di Indonesia. Puisi tersebut memiliki makna mendalam tentang realitas praktik hukum di Indonesia Terdapat sebuah ungkapan bahwa hukum ‘semakin ke bawah semakin tajam, namun tumpul ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa keadilan hukum belum sepenuhnya tercapai di Negeri ini.

Difa Alfita merupakan siswa berprestrasi di sekolah. Selain unggul di bidang sastra, Difa juga merupakan salah satu siswa berprestasi dibidang akademik.“saya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan jaura 3 dalam lomba puisi itu, sebelumnya saya sangat ­deg-degan takut membuat kesalahan di atas panggung, tapi begitu selesai lomba alhamdulillah sangat lega. Dan lebih bangga lagi, Alhamdulillah saya bisa meraih juara 3 dan dapat membawa nama baik sekolah saya”  tutur Difa setelah tiba di sekolah.

Difa’ sudah memiliki ketertarikan dalam bidang sastra puisi sejak duduk dibangku SD, bagi Difa puisi adalah sarana yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan. “dalam puisi, ada banyak kata yang bermakna khusus, jadi kita bisa mengungkapkan perasaan melalui sebuah sastra dan itu indah bagi saya”.

Keberanian untuk membaca puisi dimulai ketika ia masuk sebagai finalis ajang perlombaan Deklamasi Puisi yang diadakan oleh  Bengkel Muda Surabaya. Dalam perlombaan puisi yang diikuti oleh sekitar 50 peserta ini Difa berhasil masuk final. Meskipun belum mendapatkan juara, namun pencapaian yang diraih olehnya telah memicu semangat baru untuk mengeksplore lebih mendalam tentang dunia sastra puisi. Ia tidak patah semangat dan justru semakin memupuk keberanian untuk mengikuti perlombaan puisi selanjutnya. Pada akhirnya, Difa berhasil mendapat juara 3  pada event Perlombaan Deklamasi Puisi se Jawa Timur di IAI Tabah.