Info Sekolah
Jumat, 25 Nov 2022
  • SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2022"

Teater Model Tampil Memukau di Ajang FTPMN UNESA 2022

Diterbitkan : - Kategori : Berita Sekolah

SMADEL–Festival Teater Pelajar Mahasiswa Nasional (FTPMN) merupakan festival tahunan yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Sendratasik, UNESA. Festival ini dimulai pada tanggal 13 Oktober 2022 sampai tanggal 16 Oktober 2022 yang merupakan acara puncak dan pengumuman juara yang berlangsung di gedung pertunjukan Sawunggaling UNESA. Sejumlah 15 aktor dan aktris dari Teater Model mendapat kesempatan tampil di panggung megah dengan perannya masing-masing.

Pada FTPMN ini, Teater Model menampilkan sebuah drama berjudul “SRIKITI” yang menceritakan tentang sebuah kisah Si Mbok Rondo yang tidak pernah merasakan mempunyai anak. Mbok Rondo yang hidup sebatang kara ini setiap hari selalu memohon Sang Pencipta agar diberikan keturunan sebagai teman di sisa umurnya. Mbok Rondo tekun dan terus memohon hingga telah tiba keinginan Mbok Rondo dikabulkan Sang Pencipta. Ia diberikan dua anak yang punya keistimewaan. Dari keistimewaan yang mereka miliki hingga mengundang seorang Buto yang ingin menangkapnya.

Cerita ini dikemas dalam bentuk pertunjukan yang sederhana, dengan konsep penambahan unsur kentrung dan sedikit banyolan sehingga tidak monoton jika ditampilkan. Performance oleh Teater Model sangat memukau, apalagi mereka tampil paling akhir sehingga power mereka untuk pentas terlihat maksimal, mungkin karna penutup. Jika dibandingkan ketika masa-masa latihan, pentas dipanggung besar FTPMN-lah yang  lebih maksimal. Dimulai dari opening oleh tim koor yang sangat kompak dan terlihat manis, ditambah adanya lighting mendukung suasana pertunjukan. Dilanjutkan oleh peran dalang yang membawa unsur komedi membuat opening semakin menarik. Vokal semua aktor maksimal, dapat terdengar sampai ke penonton barisan paling belakang. Para aktor, cukup bisa menguasai panggung seluas itu, padahal panggung latihan lebih sempit dari pada panggung saat perform.

“Saya cukup heran karna ada perbedaan ketika latihan dengan perform sangat menonjol. Namun sayang sekali ada beberapa aktor yang kurang sadar akan pentingnya blocking. Sekali dua kali ada beberapa aktor yang tidak mengerti ruang bahkan membelakangi penonton. Dan sangat disayangkan lagi adalah ketika ending pertunjukan, tim koor memainkan musiknya tidak rapi, sehingga ketika didengar suara berantakan tidak sesuai irama yang semestinya. Proses tidak akan mengkhianati hasil, jika ingin perform bagus dan maksimal tentunya dibutuhkan kerja laboratorium yang cukup intens disertai keseriusan dan tingkat konsentrasi tinggi,” terang ibu Fadliroh, pembina Teater Model.

Meskipun tahun ini belum berhasil menyabet juara tetapi para pelatih dan pembina Teater Model cukup puas dengan pertunjukan yang ditampilkan oleh para aktor dan aktris. Tetap latihan terus dan semoga ke depannya semakin dapat menampilkan pertunjukan yang lebih baik lagi. Sehingga mampu mendapatkan penghargaan baik di kancah lokal maupun nasional. (Nazila/Hsn)